Tabiat Hari Raya Idul Adha dan Implementasi Nilai-Nilai Ibadah Qurban

“Ibadah qurban seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk menyembelih tabiat tamak, sifat binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia”

PAUDDIKMASSUBAR.ID @INSTANT_ARTICLE
July 20th, 2021

PAUDDIKMASSULBAR.ID. Hari Raya Idul Adha adalah momentum yang sangat bersejarah dalam Islam dimana diseantero muka bumi takbir berkumandang menggemah hingga ke langit lapisan ketujuh. sholat idul adha telah dilaksanakan secara serentak dan pemotongan hewan Kurban sebagai janji bakti kepada sang pencipta untuk senantiasa meneladani akhlak Nabi Ibrahim AS.

Dalam situasi pandemi covid-19 yang tak berujung usai mengganggu dan membatasi pergerakan sosial di seluruh dunia, berlebaran tidak harus dilaksanakan dilapangan yang luas, di mesjid yang penuh mubarokah dan bahkan tradisi berbaju baru untuk membuatnya semarak karena bukan sebuah esensi. Pelaksanaan sholat Idul Adha tidak dapat dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun syariat tetap yang akan jadi kiblat, akan jadi pedoman dan menjadi koridor untuk merayakannya tanpa mengurangi nilai dari sebuah esensi Lebaran Idul Adha itu sendiri.

Setiap bulan Zulhijjah ada tiga peristiwa penting yang sangat bermakna dan dinantikan oleh kaum Muslimin dan muslimat diseluruh dunia, yaitu pelaksanaan ibadah haji, hari raya idul adha, dan penyembelihan hewan qurban.

Pelaksanaan ibadah haji ditiadakan oleh pemerintah karena situasi darurat pandemi covid-19 adalah bagian dari sebuah implementasi berkurban dimana calon jemaah haji rela dan ikhlas menahan diri untuk tunduk dan patuh pada anjuran pemerintah. Demikian juga pelaksanaan sholat Idul Adha, dimana ummat muslim di anjurkan untuk merayakannya dirumah demi saling menjaga dan memutus mata rantai penularan virus yang begitu dahsyat pengaruhnya mengobrak abrik kehidupan bernegara.

Berbeda dengan moment Ibadah Idul Fitri, bahwa perayaan ibadah Idul Adha terselip tradisi penyembelian hewan kurban dapat menghiasi sakralnya perayaan Idul Adha sendiri, juga merupakan bentuk keikhlasan paripurna demi meraih keridhaan Allah SWT. Ibadah Qurban sebagai hari yang dipenuhi nuansa keikhlasan untuk menyerahkan apa yang kita miliki termasuk juga ikhlas memerangi hawa nafsu untuk memiliki materi yang berlebih.

Ibadah qurban bukan hanya dilaksanakan pada hari ini, menit ini, dan detik ini saja tetapi esensi ibadah kurban seharusnya dijadikan sebagai alarm berdering setiap saat, yang mampu mengingatkan manusia untuk tidak tamak karena tabiat tamak manusia pada hakikatnya adalah wujud nyata ketidakmampuan mengontrol dan mengendalikan keinginan, hasrat serta hawa nafsu, sehingga kehilangan moral, menjadi rakus karena tidak akan puas dengan apa yang ada, selalu kurang terhadap apa yang telah dimiliki sehingga berpotensi untuk melakukan tindakan-tindakan yang melenceng dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari di kantor, seperti tindakan korupsi misalnya.

Oleh karena itulah, sudah sepatutnya kita jadikan perayaan Idul Adha tahun ini sebagai momentum kebangkitan melawan hasrat dan nafsu jahat korupsi, yang harus dimulai dari diri sendiri. Seperti yang dikutip penulis dari #FirliTalk mengatakan bahwa “keikhlasan, pengorbanan dan konsistensi untuk tidak korupsi adalah esensi dari makna kurban yang seharusnya terpatri dalam setiap hati seluruh anak bangsa yang ada di negeri ini”.

—————————————————————————————————————–
Segenap Pimpinan dan Staff BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Barat Mengucapkan “SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 10 ZULHIJJAH 1442M/ 2021 M” semoga kita dapat mengimplementasikan esensi Ibadah Qurban dimasa-masa kini dan yang akan datang.

Jumlah Kunjungan:109 Jumlah Kunjungan: 0 Jumlah Kunjungan: 109824

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *