Hardiknas Dalam Bingkai Pendidikan “Serentak Bergerak Mewujudkan Merdeka Belajar” 2 Mei 2021

HARDIKNAS. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini diperingati dalam kondisi yang tak biasa di tengah pandemi covid-19. Peringatan Hardiknas 2 Mei 2021 di masa pandemi Covid-19 tahun ini merujuk kepada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan cara merayakan Hardiknas di tengah pandemi Covid-19 melalui surat edaran Nomor 27664/MPK.A/TU.02.03/2021

Ketentuan dalam Surat Edaran tersebut bahwa pada upacara bendera Hardiknas pada 2 Mei 2021 dimulai pada pukul 08.00 WIB. Upacara bisa dilakukan secara tatap muka. Namun harus terbatas, minimalis, dan menerapkan protokol kesehatan. “Prokes dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah, tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara.

Ketentuan lain bagi instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri juga bias menyelenggarakan upacara. Dengan syarat ketat, hanya berlaku bagi instansi yang berada di zona hijau dan kuning. Sehingga, diperkenankan untuk menggelar upacara tatap muka, terbatas, minimalis, dan berpedoman pada ketentuan Kemendikbud

Hari Pendidikan Nasional menggunakan tema “serentak Bergerak wujudkan merdeka belajar” mewarnai berbagai satuan pendidikan mulai dari Satuan Pendidikan Anak Usia Dini hingga Perguruan Tinggi, Organisasi Mitra hingga para pemerhati pendidikan untuk menciptakan kreatifitas design sebagai wujud kepedulian untuk menyemarakkan Hardiknas tahun ini. Ada yang membuatnya dalam bentuk design seragam melalui link https://twb.nz/kemdikbud, https://twb.nz/fplkphardiknas2021 dll, yang diunggah ke berbagai sosial media berupa story whatsapp, story facebook, instagram, twitter maupun melalui spanduk yang dipasang di instansi-instansi mulai dari instansi kementerian pendidikan sampai ke instansi pemprov dan pemda masing-masing.

Memaknai Tema Hardiknas “Serentak Bergerak Mewujudkan Merdeka Belajar” ditengah keterpurukan pendidikan akibat pandemi covid-19

Pendidikan di era pandemi covid-19 lebih dititik beratkan kepada pendidikan di era 4.0 dimana sistim pembelajaran dan tata kelola pendidikan mulai bergeser meskipun implementasi konsep merdeka belajar itu sendiri baik dari segi assesmen kompetensi minimum, survey karakter, pemerataan kualitas pendidikan hingga ke zona 3T, pengembangan pola fikir, inovasi ditingkat pendidikan, hingga meningkatkan kecerdasan siswa sangat berat untuk diterapkan secara paripurna tanpa pembelajaran tatap muka di sekolah.

Guru merupakan pilar penting mencerdaskan bangsa, Tata kelola pendidikan dan pembelajaran di masa pandemi mengalami disrupsi diberbagai bidang, disrupsi tersebut sangat berdampak pada aspek kehidupan masyarakat, seperti menghambat laju perekonimian, sosial, politik, tidak terkecuali dunia pendidikan dimana pemerintah mengambil kebijakan beralih ke pembelajaran daring sebagai pilihan terbaik dan praktis selama pandemi meskipun terasa kurang lengkap.

Tidak hanya sebatas itu, Pandemi covid-19 juga bisa menjadi ancaman serius terhadap implementasi “merdeka belajar” dan dunia pendidikan secara umum. Tidak diperbolehkannya sekolah tatap muka yang berlangsung sejak awal tahun 2020, ditambah dengan minimnya infrastruktur pendukung pembelajaran jarak jauh telah memberikan ancaman serius terhadap dunia pendidikan seperti : 1. Peningkatan angka putus sekolah; 2. Penurunan Capaian belajar; dan 3. Kekerasan pada anak dan resiko ekternal lainnya seperti pernikahan dini, eksploitasi anak, dan kehamilan remaja.

Meskipun pandemi covid-19 mampu melumpuhkan berbagai sektor termasuk sektor pendidikan namun tidak menyurutkan semangat bagi semua kalangan untuk tetap memaknai positif dan menyatukan gerakan untuk tetap mewujudkan Merdeka Belajar. Pembelajaran yang diterapkan merupakan sebuah momentum kebangkitan guru-guru millennial di era pademi untuk mengambil peran dimana para guru-guru milenial bergeser dari ruang kelas ke rumah-rumah siswa, guru-guru milenial bergeser dari ruang kelas ke room online meeting melalui aplikasi zoom meeting, google classroom dan aplikasi lainnya.

Namun dibalik Pandemi covid 19 bisa saja menjadi peluang untuk mewujudkan konsep merdeka belajar jika didukung oleh beberapa aspek, seperti: 1. Kemampuan guru dalam memahami dan mengimplementasikan konsep merdeka belajar; 2. Orang tua dan lingkungan; dan 3. Infrastruktur pendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Peluang mewujudkan konsep merdeka belajar tersebut dibutuhkan adanya gerak cepat sebagai alternatif pemerintah dan guru-guru milenial mengambil langkah pencegahan keterpurukan pendidikan demi menyelamatkan pendidikan akibat ancaman dari pandemi covid-19 yang berdampak pada seluruh tingkatan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang perguruan tinggi dan gerak cepat ini juga yang akan membangkitkan semangat dalam bingkai pendidikan “serentak bergerak mewujudkan Merdeka Belajar” dan semoga pandemi covid-19 segera berakhir sehingga konsep merdeka belajar dapat di implementasikan secara maksimal.

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL “Serentak Bergerak Mewujudkan Merdeka Belajar”
Mamuju, 2 Mei 2021

Jumlah Kunjungan:472 Jumlah Kunjungan: 2 Jumlah Kunjungan: 126604

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *