Di Purwakarta UNPK Paket B Berbasis Kertas dan Pensil

Purwakarta-PAUD dan Dikmas. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sementara ini telah menetapkan jadwal Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Program Paket B Gelombang Pertama dilaksanakan pada 13,14, dan 20 Mei 2017 dan Gelombang Kedua Paket B dijadwalkan pada 7,8 dan 14 Oktober 2017.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) telah menyiapkan berbagai hal untuk turut menyukseskan UNPK tahun 2017, baik ujian berbasis komputer maupun pensil dan kertas.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Kabid PAUD dan Dikmas), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Drs  Kodar Solihat MSi, mengatakan, moda UNPK Program Paket B dilaksanakan dengan dua moda. Moda pertama, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebagai media untuk menampilkan soal dan proses menjawabnya. Moda kedua, Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) dengan mengunakan naskah soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional berbasis kertas dan menggunakan pensil. Purwakarta Pada Sabtu (13/05)

“Kita sampaikan ke penyelenggara pendidikan agar siswanya mengikuti UNBK. Ternyata, pihak sekolah belum siap. Akhirnya saya mengajukan ke Kemendikbud di Jakarta, dan alhamdulillah, untuk UNPK semuanya dengan moda UNKP,” kata Kodar.

Kodar mengatakan bahwa siswa yang mengikuti UNPK Paket B merupakan siswa dari lembaga pendidikan nonformal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dia mengungkapkan bahwa semua soal untuk PKBM Paket B baru bisa diambil hari Jumat, 12 Mei 2017. Jadi tidak diambil sejak awal. Pertimbangannya, pertama, demi keamanan. Kedua, memang instruksi dari Kadisdik Purwakarta harus seperti itu.

Kodar menyebutkan, UNPK Paket B pada tanggal 13 Mei 2017 ini ada lima penyelenggara, yaitu SMPN Satu Atap Ciparungsari, SMP Al Barokah, PKBM Bina Warga, MTs Assyarifiah Mani’is, dan MTs Darusslam.

“Kenapa penyelenggaraan UNPK Paket B ini menginduk ke sekolah formal? Karena PKBM Paket B yang terakreditasi baru satu PKBM, yaitu PKBM Bina Warga. Jadi, yang lainnya menginduk ke sekolah formal,” jelasnya.

Adapun PKBM yang menginduk di SMPN Satu Atap Ciparungsari yaitu PKBM Bina Asih, PKBM Bunga, dan PKBM BIC, jumlah pesertanya 120 siswa.  Yang menginduk ke SMPN Al Barokah, yaitu PKBM Al Barokah, PKBM Cempaka, dan PKBM Prita, jumlah pesertanya 74 siswa. Yang mengiduk di PKBM Bina Warna, yaitu PKBM Bina Warga, PKBM Al Hidayah, PKBM Bina Bangsa, PKBM Citra Wanayangsa, PKBM Tunas Harapan, PKBM Karya Bakti, dan PKBM Citra Pleret. Jumlahnya 199 siswa. Yang menginduk di MTs Darussalam, ada PKBM Nurulfalah, jumlahnya 37 siswa. Kemudian, yang menginduk di PKBM Assyafiiah Kecamatan Mani’is, ada PKBM Makmur, dengan jumlah peserta 30 siswa

Keterbatasan Sarana Komputer

Senada dengan Kodar Solihat, Ketua PKBM Bina Asih, Denny Ramdhan, mengatakan, lembaga penyelengara UNPK adalah PKBM yang sudah terakreditasi. Berhubung di Purwakarta PKBM yang terakreditasi baru satu PKBM untuk Paket B, yaitu PKBM Bina Warga, namun letaknya sangat jauh, pihaknya diperbolehkan menginduk di sekolah formal terdekat yang sudah terakreditasi.

“Akhirnya kami menginduk di SMPN Satu Atap Ciparungsari. Kita pinjam nama lembaga plus tempat dan diizinkan oleh kepala sekolahnya untuk melaksanakan UNPK di SMPN Satu Atap,” kata Denny.

Berdasarkan data yang diterimanya, di Kabupaten Purwakarta ada delapan PKBM yang mengikuti UNBK untuk Program Paket B. Ternyata, ungkap Denny, kedelapan PKBM tersebut belum siap meng

Jumlah Kunjungan:399 Jumlah Kunjungan: 2 Jumlah Kunjungan: 135244

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *