TK DW Unit Diknas Tamalea : Melayani Dalam Keterbatasan

TK Dharma Wanita Unit Diknas Tamalea Kec. Bonehau

Berada dalam kondisi yang serba terbatas, bukanlah merupakan penghalang untuk melayani. Prinsip inilah yang menjadi pegangan Ibu Binarsih dkk  dalam mengelola TK Dharma Wanita Unit Diknas Tamalea. Lembaga PAUD berlokasi di Desa Bonehau Kec. Bonehau, tepatnya di Dusun Tiwo Tamalea ini sangat jauh dari kondisi ideal untuk dikategorikan sebagai lembaga pendidikan yang memenuhi standar.

Sejak berdiri di tahun 2002, dalam keterbatasannya, Taman Kanak-kanak ini telah melayani dan menamatkan puluhan bahkan ratusan anak usia dini d Desa Bonehau dan sekitarnya. Untuk tahun ajaran 2019 s.d 2020, TK ini melayani warga belajar PAUD sebanyak 25 orang.

 

Kondisi Atap dan Plapon TK DW Unit Diknas Tamalea yang mulai rapuh

Lantas dimana anak-anak ini mendapatkan pelayanan pendidikan? Selama kurang lebih 6 hari dalam se minggu, mulai dari jam 07.30 – 11.00, Binarsih bersama 3 orang rekannya yang berprofesi sebagai  guru/pendidik melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruangan yang relatif sangat tidak layak untuk penyelenggaraan pendidikan. Dinding kelas yang sudah sangat kropos, atap dan plapon yang sudah sangat rapuh, serta sarana bermain yang sangat minim.

Mengacu ke Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Pedoman Prasarana PAUD yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan PAUD tahun 2014 menyebutkan bahwa penyediaan prasarana PAUD perlu disesuaikan dengan jumlah anak, kondisi sosial, budaya, dan jenis layanan PAUD dengan prinsip : 1. Aman 2. Nyaman 3. Memenuhi kriteria kesehatan bagi anak 4. Sesuai dengan tahap perkembangan anak 5. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.

Dari aspek fungsi disebutkan bahwa prasarana PAUD berfungsi untuk : Melengkapi lingkungan main dengan prasarana yang tepat untuk anak : 2. Mendukung kelancaran proses belajar anak di lembaga PAUD 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan PAUD dengan penempatan prasarana yang tepat 4. Mengembangkan karakter positif pada anak.

Secara tegas juga disebutkan bahwa keberadaan prasarana PAUD diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk : 1) Menumbuhkan rasa aman dan nyaman 2. Memotivasi anak dalam kegiatan pembelajaran 3. Terselenggarakannya layanan PAUD dengan baik 4. Proses pembelajaran PAUD menjadi lebih optimal

Dinding TK yang mulai kropos

Dengan kondisi atap dan plapon yang bocor dan hampir jatuh, tentunya ini sangat tidak aman dan nayaman bagi anak dan pendidiknya, TK Dharma Wanita Unit Diknas Tamalea tetap melaksanakan proses belajar mengajar setiap harinya.

Selain aspek kelayakan gedung, lembaga PAUD dikatakan memenuhi standar jika dilengkapi dengan prasarana dasar lainnya seperti : toilet, kamar mandi, tempat cuci tangan, area bermain anak, alat permainan (luar maupun dalam). Kesemuanya itu merupakan barang yang langka dan tidak ditemukan di TK Dharma Wanita Unit Diknas Tamalea.

Bukan kami tidak ingin memiliki semua prasarana tersebut, tapi kami tidak punya sumber daya untuk memenuhinya” demikian keluh kesah Bu Binarsih. Meskipun di usia yang sudah mendekati pensiun, beliau masih tetap bersemangat.

Demikian halnya dengan kualifikasi maupun kompetensi Pendidik dan tenaga kependidikan yang ada. Kualifikasi pendidikan formal pendidik sebagian hanya sampai pada jenjang Diploma 2, sisanya pada jenjang SMA. Tentunya ini sangat jauh dari persyaratan jenjang pendidikan formal yang harus sarjana dari disiplin ilmu yang sesuai. Disisi lain, untuk peningkatan kompetensi tak ada satu pun dari PTK yang ada secara rutin mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan atau bimbingan teknis di bidang PAUD.

Pada kondisi sarana dan prasarana seperti inilah anak-anak di TK Dharma Wanita Unit Diknas Tamalea bertumbuh dan berkembang. Dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas, Binarsih dkk menjalankan tugasnya, melayani pendidikan anak-anak Bonehau, meski dalam kondisi yang sangat terbatas.

Hasil kunjungan dan pendampingan yang dilakukan oleh BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Barat, TK Dharma Wanita Unit Diknas Tamalea masih sangat jauh dari indicator untuk memenuhi ketentuan akreditasi. Pendampingan dan bimbingan dari semua pihak, khususnya Dinas Pendidikan Kab. Mamuju sangat diharapkan, agar keterbatasan-keterbatasan yang ada dapat dicarikan  solusinya sehingga lembaga ini memenuhi syarat minmal untuk menyelenggarakan layanan PAUD yang berkualitas.

 

Jumlah Kunjungan:163 Jumlah Kunjungan: 1 Jumlah Kunjungan: 40577

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *