PROSES TENUN LIPA SABBE MANDAR

SPNF SKB Polewali Mandar.

Sarung sutera mandar yang dikenal dengan lipa sabbe merupakan kain hasil tenun (alat tenun dalam bahasa suku mandar dikenal dengan Panette), sepintas memiliki persamaan dengan kain sutra daerah lain, tapi di setiap jenis dan nama Lipa Saqbe Mandar memiliki ciri khas khusus yakni dari segi corak (sure’ ataupun bunga). Saat ini terdapat 2 (dua) jenis Lipa Sabbe bila ditinjau dari motifnya yaitu Sure dan Bunga. Perbedaannya, Sure’ yaitu lipa Sabbe yang merupakan motif asli dari sarung sutra Mandar, ciri-cirinya tidak memiliki hiasan/bunga yang membuatnya mencolok. Sedangkan Bunga yaitu lipa Sabbe yang memiliki motif dan hiasan berupa bunga ataupun lainnya, yang merupakan turunan dari sure agar lipa Sabbe tampak lebih cantik.

Menenun merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh ibu-ibu daerah, pesisir di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bukan hanya sekedar kegiatan, mereka melakukan ini sebagai mata pencaharian tambahan guna membantu suami / keluarga mereka. Mempunyai suami seorang pelaut, membuat ibu-ibu di Polewali Mandar harus kuat karena mereka harus ditinggal beberapa bulan di rumah.

Ibu-ibu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat,Salah satunya adalah Kania (54 tahun) dan Rosdiana (37 tahun) yang merupakan warga Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Mereka berdua dalam kesehariannya menenun kain khas Mandar, Lipa Sabbe. Lipa Sabbe merupakan kain khas dari daerah Mandar. Di daerah Mandar terdapat istilah “Siwalipari”, yang berarti ketika suami pergi melaut maka istrinya di kampung melakukan kegiatan menenun.

Usaha yang dilakukan oleh ibu-ibu ini bisa membantu perekonomian keluarga semasa ditinggal suaminya pergi melaut. Biasanya suami tiga bulan, empat bulan baru datang. Jadi kalau suami pergi melaut, maka ibu-ibunya menenun di sini,” ujar Kania.

alat tenun dalam bahasa suku mandar dikenal dengan Panette

Tangan terampil menari di atas benang-benang. Di bawah rumah panggung khas Mandar, perempuan Mandar bernama Kania dan Rosdiana menekuni kain tenun yang tengah dibuatnya berujar bahwa..

“Menenun kami geluti sejak kami masih anak anak tamat SD sampai sekarang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dulu di bawa kepasar untuk di jual tapi sekarang pembeli yang datang langsung mengenai corak (sure’ ataupun bunga) kami mengikuti apa yang jadi selera yang memesan ,” ceritanya Rosdiana sambil sibuk menenun.

Kania sementara menenun Lipa Saqbe Mandar

Rosdiana sementara menenun Lipa Saqbe Mandar

Bunyi kayu beradu khas alat tenun tradisional. Rosniana begitu lincah memainkan gulungan benang dan membuat motif pada kain yang ditenunnya.Ia biasa menyelesaikan selembar kain tenun sendirian selama sepuluh hari dan biasanya dua minggu tergantung kesedian waktu yang di miliki. Sambil menen Kania menceritakan proses pembuatan lipa sabbe cara pembuatan Lipa Sabbe Mandar, mulai dari pemilihan benang, bahan dasar pewarnaan (tradisional dan kimiawi), proses mewarnai (maccingga), manggalenrong, mappamaling, sumau’, mappatama, dan manette.

 

Hasil tenun Lipa Saqbe Mandar

Setelah melalui proses panjang, hasil tenunan itu dipotong sesuai ukuran yang ditentukan dengan gunting Kain tenun itu kemudian dibawa ke kepada yang memesan atau pembeli Kami sehelai kain biasa ia jual dengan harga Rp 150.000 sampai dengan Rp. 600.000. yang sebelumya kami jual hanya Rp. 300.000 sekarang Rp. 600.000 karena kenaikan harga bahan sehingga kami menaikkan harga. Tutup Kania.

by.ikhwan

Jumlah Kunjungan:585 Jumlah Kunjungan: 2 Jumlah Kunjungan: 35001

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *